I Miss You So Much…
Since you were left, evrything had changed. You were gone, and i still hope my tears for you.
Tonight, i feel like i miss you so much, being crazier and nothing that i could think instead of you. I thought it would be easier for me to hate you since the last time we met. I have tried so many ways to hate you, but i can’t.
I miss you so,
Sejauh apapun kamu disana, sesakit apapun luka yang pernah goreskan ke aku, masih saja aku belum bisa melepaskanmu.
Semoga kamu bisa merasakannya, dan mengerti apa yang aku rasakan.
Add comment May 15, 2009
Am I That Bad For You?
okay, let me start this blog with tons of tears and loads of sorrow. selama seminggu ini, saya sudah melakukan berbagai cara untuk introspeksi dengan apa yang selama ini telah saya perbuat kepada sesama manusia. terinspirasi dari omongan seseorang yang menyebut saya sebagai seseorang yang antagonis – saya kemudian bercermin dan mencoba merefleksikan apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam batin dan diri saya.
orang-orang membenci saya. ya, mereka menunjukkan kebenciannya kepada saya. entah karena saya disebut sebagai seseorang yang tahu segalanya (dan saya tidak menyukai sebutan itu), atau karena hal lain yang menurut orang adalah sesuatu yang membuat mereka jengkel dan sebal terhadap saya. saya tidak tahu! tetapi saya sadar, teman-teman, keluarga, hingga orang lain yang baru saya kenal menyebut saya sebagai manusia yang jahat dan tidak berperasaan.
harus saya klarifikasi : saya benci dengan perubahan, terutama perubahan sikap orang-orang di sekeliling saya. saya tahu, manusia bisa berubah kapan saja. salah seorang mantan sahabat saya bahkan menyatakan kalau saya ini orang yang tidak berperasaan. suka menusuk dan mengolok teman dari belakang, well, padahal saya tidak sepenuhnya demikian. saya tidak seburuk yang orang bayangkan kok!, jujur, kalau selama ini orang2 meremehkan saya kalau saya ini tidak ada apa-apanya, mungkin anda benar! tapi ketika orang2 bilang saya tidak berperasaan, well, anda salah! anda tidak tahu apa2 tentang saya.
seorang teman pernah menyebut saya mengalami perubahan. saya jadi lebih jahat, suka mencaci orang, suka mengkritisi orang berlebihan – padahal saya mencoba untuk jujur. apakah orang2 tidak bisa membedakan omongan saya yang jujur dan terus terang, dengan omongan yang hanya sekenanya keluar dari mulut saya?
ketika saya berbuat baik kepada sesama, mereka cenderung menyalahgunakan kepercayaan dan niat tulus dari saya. mereka seenaknya memanfaatkan situasi dan kebaikan yang saya berikan. baru-baru ini, ada seseorang yang pernah menjadi teman saya di masa lalu, yang meminta maaf atas kesalahan yang dia lakukan. selama ini saya diam dan tidak menanggapi usahanya, karena dia sudah teramat menyakiti saya. selama ini, mereka sudah salah mengartikan diri saya, yang mereka anggap bodoh, lugu, polos, dan bisa dimanfaatkan. walaupun tuhan mengajarkan kita untuk saling memaafkan, well, the fact is, I’m not the one! aku bukan Tuhan yang bisa memaafkan kesalahan hamba2nya dengan tulus.
Kata-kata maaf sepertinya tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan permasalahan, tipikal saya : sekali disakiti dan dikhianati, maka akan sulit bagi saya untuk memberikan kesempatan kedua bagi seseorang untuk memperbaiki kesalahannya. sekali diberi kesempatan, maka akan ada peluang kedua untuk bisa menyakiti lagi. dan hal itu akan terus berulang.. dan saya bukan seorang penganut “second-chance” terms.
Apakah saya seburuk yang anda duga selama ini?
Add comment March 16, 2009
Aku (lelah) Bertahan
aku bertahan karena ku yakin cintaku kepadamu – sesering kau coba tuk mematikan hatiku. takkan terjadi, yang aku tahu kau hanya untukku. aku bertahan, ku akan tetap pada pendirianku – sekeras kau coba tuk membunuh cintaku. yang aku tahu, KAU HANYA UNTUKKU…
denger lagu Rio Febrian yang terbaru bikin hati makin nyesek! sampai kapan harus bertahan menghadapi kenyataan itu? kalau kita engga kan pernah bersama. aku adalah seorang manusia yang paling anti dengan ungkapan, “Hadapi cobaan Tuhan dengan sabar..”, karena pada intinya, aku tidak percaya bahwa Tuhan yang maha kasih dan maha penyayang umatnya, tega memberikan cobaan hidup bagi manusia. Engga ada dalam kamus kehidupan aku, kalo Tuhan sengaja bikin kita jatuh, atau sekedar iseng ngasih cobaan ke dalam hidup kita.. Yang ada, manusia sendirilah yang membawa diri mereka ke dalam setiap masalah yang ada.
aku tahu kalo aku terlalu bodoh tuk mencobai diriku sendiri. menyiksa diriku sendiri dengan perasaan ini. perasaan yang selama ini hampir membunuh mata hati, dan menutup relung hati tentang cinta. “cinta itu bullshit!”, pikirku. bahkan, dulu aku pernah mengasosiasikan hubungan cinta seorang manusia dengan yang lainnya, ujung2nya pasti ke hal2 fisik alias seks. apa sih yang dicari seorang pria terhadap wanita, kalo bukan cuma kesenangan fisik semata? terkesan frontal, tapi itulah penilaian aku, justifikasi aku tentang cinta. cinta itu cuma menyakiti! dan aku ternyata juga tak bisa menahan kebodohanku sendiri untuk tidak mencintai seseorang yang pernah ada dalam kehidupan aku.
aku lelah bertahan. aku bosan dengan keadaan yang tak pasti. aku jenuh dengan semua alasan2 yang menurut kamu layak dan pantas untuk menendang atau menyingkirkan aku dari kehidupan kamu! aku ingin selesai, aku ingin mengakhiri pahit semua ini, tapi aku masih harus berkutat untuk bisa membunuh perasaan cinta dan sayang yang kamu apresiasi dengan indah – dengan menyakiti perasaanku..
cobalah kamu menjadi aku! berada pada posisi aku!
pasti kamu juga akan merasakan betapa sakitnya ditinggalkan!
aku lelah, aku ingin menyerah..
tapi cinta itu terus memerintahku, untuk tetap berharap kepadamu.
entah sampai kapan…
Add comment March 13, 2009
When It’s Over
When explaining has arosen, i think it’s clear for me to leave. Over that nite when you called me and apologized for what you did, it’s time for me to let you go and leave all the pain behind.
You clearly dissapointed me, although you gave me the reason for the way you hurt me. Despite of my broken-hearted heart, i must forgive you. But, your forgiven not forgotten. That pain would lie forever inside. Still i try to find a way to put it all behind.
Entah mengapa ketika kamu mengucapkan kata2 maaf dan menjelaskan semua yang pernah terjadi diantara kita. Hatiku terasa rapuh dan tercekat…
“aku tidak akan bisa memiliki dia lagi…”
Sudah cukup bagiku menangisi dia selama setahun ini. Walaupun dia begitu manis untuk dilepaskan, akhirnya kuberanikan diri untuk menghilangkan perasaan ini untuknya.
Saat aku berkata bahwa aku hanya sekedar tissue basah yang sekali kamu pakai dan kamu buang, aku serasa terpuaskan. Berbagai tanya yang selama ini terus terpendam, mampu ku luapkan – walau hanya melalui benang kawat dan saluran telekomunikasi.
Jujur, aku masih cinta. Aku masih sayang. Tapi rasanya kini aku harus mengalah, benar-benar ikhlas dan mengalah demi kamu. Walaupun kamu mungkin ngga pernah mengerti bagaimana perasaanku untuk kamu.
Aku mundur demi kamu,
Aku melawan egoku demi kamu,
Apalagi yang bisa aku berikan selain pengorbanan ini buat kamu?
Add comment February 10, 2009
Dissapointed
Kecewa, Itu yang selalu aja saya rasa selama tahun 2008 ini. Banyak hal yang bikin gelo *kecewa*
Tapi, baru-baru ini yang paling saya ngga terima adalah soal nilai Ujian mata kuliah X di kampus, dosen itu tega2nya ngasi nilai saya *tidak usah disebutkan…* yang sangat memalukan dan sangat merendahkan saya.
Percuma aja nilai2 semester ini yang lainnya cukup baik, tapi begitu nilai mata kuliah itu keluar, saya cuma bisa menyesal, menangis, dan mendoakan sang dosen terhormat, supaya Tuhan lebih memberikan beliau hati dan perasaan yang lebih peka lagi.
Saya benci dosen itu,
Ditambah lagi, saya harus berjuang menghancurkan bayang2 snya dalam pelupuk pikiran saya,
Kenapa tahun 2008 adalah tahun penuh kekecewaan buat saya?
Add comment January 22, 2009
Why did you hurt me this bad?
Every nite and day i’m asking lord, again and again, about the way you hurt me. Definitely stuck in my recent position. Still, i couldn’t ever forgive you and forget you. Those questions still suffered me everyday. I’m getting sick of every morning’s pray for God : “Lord, please tell me…what’s the reason for you for give me the horrible pain, i’ve ever had?”
Mungkin saya masih belum mengikhlaskannya pergi, dan saya terus menangisi kepergiannya lewat tulisan-tulisan ini.
Mungkin dia dan Tuhan telah berkata, “better off this way, ended it, finished it, and you’d feel it’s hurt!” Apa dan kapan semua jawaban atas pertanyaan2 ku bakal kejawab? Saya belum bisa meninggalkan masa lalu bersamanya…
Mungkin apa kata salah seorang teman saya benar adanya : saya belum cukup dewasa untuk menyadari tentang kepergiannya dari saya. “Just let it go?” well, saya sebenernya sedih. muak, hancur, ketika orang2 berkata demikian. Tapi, apa pantas jika mereka merasakan posisi saya, lalu saya akan mudahnya bilang begitu… lupakan saja orang yang pernah kamu cintai dan dia sudah meninggalkan kamu, menjalani hari2nya tanpa kamu.
Saya benci dan tersiksa harus merasakan semua ini…
Add comment January 13, 2009
Galau Malam Ini…
Berpikir tentang dirinya memang tidak pernah cukup bagi saya.
Memikirkan dirinya tidak akan mengobati galau hati saya.
Betapa bodohnya saya menyerahkan semua untuknya?
Dan saya memang bodoh!
Disatu sisi, saya benci sekali untuk mengingat dirinya,
Disisi lain, saya engga’ tahan untuk engga’ mikirin dia..
Entah itu dengan melihat gambar dirinya, mengingat pengalaman berdua bersama dia,
Tapi saya benar-benar ingin membencinya.
Membuangnya jauh-jauh dari ingatan saya,
Mungkin kalo perlu, format otak saya juga gapapa!
Masih terasa sakit luka batin saya, masih terasa hangat peluknya waktu itu…
Mungkin bener apa yang dikatakan oleh sahabat saya,
Dia bukan untuk saya, dan dia sudah jadi milik orang lain.
Tapi, sulit bagi saya untuk mengikhlaskan dia pergi.
Meninggalkan saya sendiri disini dengan getir dan luka yang terperi.
Saya berharap, semoga suatu saat nanti..
SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERTEMU DENGANNYA,
MENGENALINYA,
ATAU BAHKAN MENYAPA DIRINYA!
Ia tak lebih dari seonggok masa lalu kelam dalam kehidupan saya.
Dan saya masih mencintainya…
Ya Tuhan…
1 comment December 27, 2008
I’m Not Happy, I’m Not Delightened
Tonight is the night, been 9 months since we were first met.
It’s such a pleasure when i knew you – stranger foreign beauty – entered into my open door, poured precious things i’d never had.
When i met you, i hope that we’d always fine. I hope that you could define me as what-they-called “Soulmate” instead of our “Quickie relationships”
I define you as my georgeous-precious angel come from up above, would bring me happiness nor sadness.
It’s so simple, right? And you told me how beautiful i was, and how perfect i was at that night.
Life is sooo damn beautiful, even it’s only for two nights!
Did you feel my heartbeat?
“Baby, I’m so happy to have you, I’m so lucky to know you…”
Then, everything goes not in a proper lane, you said that i’m too worth to be yours,
You said that i’m so perfect so that you couldn’t afford me.
Oh Lord…
Next thing was, I’m not happy. I don’t feel any happiness shimmering my infant soul.
Yes, i was an infant! I realized it all…
Intuition told me that you’re lie, you’re wrong, and you’re worthless.
I don’t like you stab my heart like this, and it’s not a great thing to do.
Honey… You used me, broke me, hurt me, shook me. And i can’t breathe easily.
I know i’m such a fool, but i just don’t get it all right…
Why?
Cuz, I’m Not Happy, I’m Not Delightened.
It’s Not Love,
Cuz Love doesn’t have to hurt, doesn’t have to feel pain.
And I’m Not Happy with it, darl…
2 comments December 5, 2008
Just Try To Be Honest Wit U, darl..
Call me mellow, say i’m a crybaby. But i try to be honest with U darl…
Sudah sejak lama kita tidak pernah bertemu atau sekedar ngobrol, Aku ngerasa kamu udah ngga’ fair ke aku, ketika kamu datang di awal musim kemarin, serasa hati yang layu, kau sirami lubuk hati yang hampir mati.
Dan ketika aku percaya kamu, dan aku berikan 100% rasa cintaku. Kamu ingkar.
Semua yang udah aku beri, terasa ngga ada arti buat kamu.
Say i’m a possesive or naive, but i do really love u so deep.
Kamu mungkin anggap aku murahan, gampang mainin perasaaanku yang dangkal
Tapi jangan lupa, semua perbuatan kamu, ada balasannya.
Aku ngga mengutuk kamu, aku ngga menista kamu, hun..
Tapi itu yang masih aku rasa, walaupun toh sudah lewat semusim kamu meninggalkan aku.
Hun, mungkin aku norak. mungkin kamu pikir aku gila, tapi memang itu yang aku rasa tentang kamu, yang ngga akan pernah cukup buat aku nikmati.
Hun, i love you… dan kamu lari dari kenyataan bahwa kamu juga cinta mati sama aku.
Kamu lari dari aku, demi cinta lain, yang palsu dan ngga pernah mau kamu rasakan.
Sampai kapan sih aku bisa lepas dari perasaan palsu ini? apa sampai aku melihatmu di puncak kehidupan yang fana, bersama dengan pasangan sejati kamu?
Mungkin iya, karena kenyataannya aku memang bukan pasangan sejati kamu.
Tapi ingatlah suatu saat nanti,
Hmm…
1 comment November 28, 2008
Bienvenidos amigos!
Hahaha,
akhirnya saia bikin blog pribadi, setelah sekian lama pengen bikin blog pribadi, baru kesampaian sekarang…
Sebagai ajang “grand-launching” (koyo opo wae…???), blog perdana saia hanya akan berisi perkenalan-perkenalan yang ngga’ MUTU…maklum, wong saia masih “HIJAU” di dunia satu ini…jadi masi banyak butuh belajar buat bikin sebuah blog yang OKE
Saia terinspirasi bikin blog dari seorang teman saia, yang sudah “FAMOUS” di ilmu blog-blog-an…
Maunya blog ini tak jadiin sebagai ajang pelampiasan uneg2 saia yang kadang tidak tersalurkan…jadi mungkin lebih enak diutarakan didalam blog saia..*hohohohoh*
Buat yang lagi baca blog saia, ini saia sedang mengalami kebingungan dengan toolbar2 yang ada di blog…ada tulisan b, i, link, /b-quote, del, de..el..el… yang saia masi ndak tau…mohon dikasi tau fungsinya apa dan gimana cara pake’nya…*mode KAMPUNG on…*
Sekedar perkenalan aja, saia ini seorang mahasiswa semester 4 di PTN terkenal di Yogyakarta *halah, bilang aja UGM…*,
Mein name isch Aldi, yo estudio en Relacionista Internacionales (HI) en la Universidad Gadjah Mada.
Sedang mencari jati diri & makna hidup yang sebenarnya *halah…*
Yaa, intinya saia ini masi seorang remaja pada tahap transisi yang selalu mengalami berbagai masalah kehidupan yang kadang pelik dan kadang menyiksa. Aldi is complicated…
Moga2 dengan bergabungnya dalam komunitas blog di WordPress, bisa nambah ilmu buat kehidupan saia..
Hmm..
sekian dulu,
Bienvenidos…
4 comments June 10, 2008