Galau Malam Ini…
December 27, 2008
Berpikir tentang dirinya memang tidak pernah cukup bagi saya.
Memikirkan dirinya tidak akan mengobati galau hati saya.
Betapa bodohnya saya menyerahkan semua untuknya?
Dan saya memang bodoh!
Disatu sisi, saya benci sekali untuk mengingat dirinya,
Disisi lain, saya engga’ tahan untuk engga’ mikirin dia..
Entah itu dengan melihat gambar dirinya, mengingat pengalaman berdua bersama dia,
Tapi saya benar-benar ingin membencinya.
Membuangnya jauh-jauh dari ingatan saya,
Mungkin kalo perlu, format otak saya juga gapapa!
Masih terasa sakit luka batin saya, masih terasa hangat peluknya waktu itu…
Mungkin bener apa yang dikatakan oleh sahabat saya,
Dia bukan untuk saya, dan dia sudah jadi milik orang lain.
Tapi, sulit bagi saya untuk mengikhlaskan dia pergi.
Meninggalkan saya sendiri disini dengan getir dan luka yang terperi.
Saya berharap, semoga suatu saat nanti..
SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERTEMU DENGANNYA,
MENGENALINYA,
ATAU BAHKAN MENYAPA DIRINYA!
Ia tak lebih dari seonggok masa lalu kelam dalam kehidupan saya.
Dan saya masih mencintainya…
Ya Tuhan…
Entry Filed under: Curhat. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Rum | January 5, 2009 at 6:46 pm
waduh saya merasa ad teman senasib ini al,