When It’s Over
February 10, 2009
When explaining has arosen, i think it’s clear for me to leave. Over that nite when you called me and apologized for what you did, it’s time for me to let you go and leave all the pain behind.
You clearly dissapointed me, although you gave me the reason for the way you hurt me. Despite of my broken-hearted heart, i must forgive you. But, your forgiven not forgotten. That pain would lie forever inside. Still i try to find a way to put it all behind.
Entah mengapa ketika kamu mengucapkan kata2 maaf dan menjelaskan semua yang pernah terjadi diantara kita. Hatiku terasa rapuh dan tercekat…
“aku tidak akan bisa memiliki dia lagi…”
Sudah cukup bagiku menangisi dia selama setahun ini. Walaupun dia begitu manis untuk dilepaskan, akhirnya kuberanikan diri untuk menghilangkan perasaan ini untuknya.
Saat aku berkata bahwa aku hanya sekedar tissue basah yang sekali kamu pakai dan kamu buang, aku serasa terpuaskan. Berbagai tanya yang selama ini terus terpendam, mampu ku luapkan – walau hanya melalui benang kawat dan saluran telekomunikasi.
Jujur, aku masih cinta. Aku masih sayang. Tapi rasanya kini aku harus mengalah, benar-benar ikhlas dan mengalah demi kamu. Walaupun kamu mungkin ngga pernah mengerti bagaimana perasaanku untuk kamu.
Aku mundur demi kamu,
Aku melawan egoku demi kamu,
Apalagi yang bisa aku berikan selain pengorbanan ini buat kamu?
Entry Filed under: Tentang Seseorang.... .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed