Posts filed under 'Curhat'

Aku (lelah) Bertahan

aku bertahan karena ku yakin cintaku kepadamu – sesering kau coba tuk mematikan hatiku. takkan terjadi, yang aku tahu kau hanya untukku. aku bertahan, ku akan tetap pada pendirianku – sekeras kau coba tuk membunuh cintaku. yang aku tahu, KAU HANYA UNTUKKU…

denger lagu Rio Febrian yang terbaru bikin hati makin nyesek! sampai kapan harus bertahan menghadapi kenyataan itu? kalau kita engga kan pernah bersama. aku adalah seorang manusia yang paling anti dengan ungkapan, “Hadapi cobaan Tuhan dengan sabar..”, karena pada intinya, aku tidak percaya bahwa Tuhan yang maha kasih dan maha penyayang umatnya, tega memberikan cobaan hidup bagi manusia. Engga ada dalam kamus kehidupan aku, kalo Tuhan sengaja bikin kita jatuh, atau sekedar iseng ngasih cobaan ke dalam hidup kita.. Yang ada, manusia sendirilah yang membawa diri mereka ke dalam setiap masalah yang ada.

aku tahu kalo aku terlalu bodoh tuk mencobai diriku sendiri. menyiksa diriku sendiri dengan perasaan ini. perasaan yang selama ini hampir membunuh mata hati, dan menutup relung hati tentang cinta. “cinta itu bullshit!”, pikirku. bahkan, dulu aku pernah mengasosiasikan hubungan cinta seorang manusia dengan yang lainnya, ujung2nya pasti ke hal2 fisik alias seks. apa sih yang dicari seorang pria terhadap wanita, kalo bukan cuma kesenangan fisik semata? terkesan frontal, tapi itulah penilaian aku, justifikasi aku tentang cinta. cinta itu cuma menyakiti! dan aku ternyata juga tak bisa menahan kebodohanku sendiri untuk tidak mencintai seseorang yang pernah ada dalam kehidupan aku.

aku lelah bertahan. aku bosan dengan keadaan yang tak pasti. aku jenuh dengan semua alasan2 yang menurut kamu layak dan pantas untuk menendang atau menyingkirkan aku dari kehidupan kamu! aku ingin selesai, aku ingin mengakhiri pahit semua ini, tapi aku masih harus berkutat untuk bisa membunuh perasaan cinta dan sayang yang kamu apresiasi dengan indah – dengan menyakiti perasaanku..

cobalah kamu menjadi aku! berada pada posisi aku!

pasti kamu juga akan merasakan betapa sakitnya ditinggalkan!

aku lelah, aku ingin menyerah..

tapi cinta itu terus memerintahku, untuk tetap berharap kepadamu.

entah sampai kapan…

Add comment March 13, 2009

Dissapointed

Kecewa, Itu yang selalu aja saya rasa selama tahun 2008 ini. Banyak hal yang bikin gelo *kecewa*

Tapi, baru-baru ini yang paling saya ngga terima adalah soal nilai Ujian mata kuliah X di kampus, dosen itu tega2nya ngasi nilai saya *tidak usah disebutkan…* yang sangat memalukan dan sangat merendahkan saya.

Percuma aja nilai2 semester ini yang lainnya cukup baik, tapi begitu nilai mata kuliah itu keluar, saya cuma bisa menyesal, menangis, dan mendoakan sang dosen terhormat, supaya Tuhan lebih memberikan beliau hati dan perasaan yang lebih peka lagi.

Saya benci dosen itu,

Ditambah lagi, saya harus berjuang menghancurkan bayang2 snya dalam pelupuk pikiran saya,

Kenapa tahun 2008 adalah tahun penuh kekecewaan buat saya?

Add comment January 22, 2009

Galau Malam Ini…

Berpikir tentang dirinya memang tidak pernah cukup bagi saya.

Memikirkan dirinya tidak akan mengobati galau hati saya.

Betapa bodohnya saya menyerahkan semua untuknya?

Dan saya memang bodoh!

Disatu sisi, saya benci sekali untuk mengingat dirinya,

Disisi lain, saya engga’ tahan untuk engga’ mikirin dia..

Entah itu dengan melihat gambar dirinya, mengingat pengalaman berdua bersama dia,

Tapi saya benar-benar ingin membencinya.

Membuangnya jauh-jauh dari ingatan saya,

Mungkin kalo perlu, format otak saya juga gapapa!

Masih terasa sakit luka batin saya, masih terasa hangat peluknya waktu itu…

Mungkin bener apa yang dikatakan oleh sahabat saya,

Dia bukan untuk saya, dan dia sudah jadi milik orang lain.

Tapi, sulit bagi saya untuk mengikhlaskan dia pergi.

Meninggalkan saya sendiri disini dengan getir dan luka yang terperi.

Saya berharap, semoga suatu saat nanti..

SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERTEMU DENGANNYA,

MENGENALINYA,

ATAU BAHKAN MENYAPA DIRINYA!

Ia tak lebih dari seonggok masa lalu kelam dalam kehidupan saya.

Dan saya masih mencintainya…

Ya Tuhan…

1 comment December 27, 2008

I’m Not Happy, I’m Not Delightened

Tonight is the night, been 9 months since we were first met.

It’s such a pleasure when i knew you – stranger foreign beauty – entered into my open door, poured precious things i’d never had.

When i met you, i hope that we’d always fine. I hope that you could define me as what-they-called “Soulmate” instead of our “Quickie relationships”

I define you as my georgeous-precious angel come from up above, would bring me happiness nor sadness.

It’s so simple, right? And you told me how beautiful i was, and how perfect i was at that night.

Life is sooo damn beautiful, even it’s only for two nights!

Did you feel my heartbeat?

“Baby, I’m so happy to have you, I’m so lucky to know you…”

Then, everything goes not in a proper lane, you said that i’m too worth to be yours,

You said that i’m so perfect so that you couldn’t afford me.

Oh Lord…

Next thing was, I’m not happy. I don’t feel any happiness shimmering my infant soul.

Yes, i was an infant! I realized it all…

Intuition told me that you’re lie, you’re wrong, and you’re worthless.

I don’t like you stab my heart like this, and it’s not a great thing to do.

Honey… You used me, broke me, hurt me, shook me. And  i can’t breathe easily.

I know i’m such a fool, but i just don’t get it all right…

Why?

Cuz, I’m Not Happy, I’m Not Delightened.

It’s Not Love,

Cuz Love doesn’t have to hurt, doesn’t have to feel pain.

And I’m Not Happy with it, darl…

2 comments December 5, 2008


Calendar

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Posts by Month

Posts by Category